“Kata-kata bisa berpengaruh terhadap cara berfikir,
sekaligus mampu menentukan arah kecenderungan kita dalam berperilaku.”
 Yupss,...
sebuah hal yg mungkin dianggap "sepele" bagi sebagian orang,...
Ga jarang kalo pas ke warnet denger anak2 muda ceplas ceplos bahasanya atau ngliat temen2 di FB ada yg koment dengan maaf 'jorok', dengan "bahasa hewan" atau "bahasa kelamin" yg diucap dalam status temen atau wallnya,....
kita yg ga terbiasa (dgn bahasa mereka) mbaca dan dengernya "NGERI",
entah bagi mereka,...
apakah dengan begitu ada hal yg mau dibuktikan atau sekedar kepuasan,....

Sering kali coba melongok, temen2 yg koment jorok/kasar pas liat infonya lumayan dahsyat, karena infonya lebih banyak kalau tidak berhub dgn yg menyangkut maaf seks atau cenderung ke hal negatif.

Oke apapun itu, kita doakan mereka untuk bisa sadar dan memperbaiki kehidupan mereka, karena dgn bahasa yg abnormal begitu yg menurut mereka menunjukkan kekuatan, ternyata malah sebaliknya, justru masyarakat menilai buruk terhadapnya (kasihan juga khan--padahal mungkin mereka melakukan hal tersebut karena terbawa lingkungan/teman, atau karena masalah lain yg ga kita tahu)

tapi apapun itu, doa kita untuk teman, sahabat kita dan juga diri kita agar terhindar dari keburukan dunia, dan semoga diberi kesempatan memperbaiki diri saya, anda dan mereka, karena MasBro yakin semua orang ga ingin berada di jalan yg salah, karena kondisi yg membuatnya begitu,... tapi ituipun bukan suatu alasan untuk tetap dalam kemaksiatan,...

Bangun sob,...
Kata2mu, ucapan dan bahkan fikiran insyaAllah adalah doa, dan bisa menggiring kita dalam hal tersebut,.... So,... berhati2lah,...

Apasieh faktor utama dari sebuah pertikaian dalam rumah tangga ???

Salah satunya adalah
terlalu besarnya rasa 'EGO' ke-aku-an ku dan terlalu banyak menuntut hak sedangkan kewajiban kurang dipenuhi,...

Coba perhatikan beberapa kasus perceraian,
biasanya merasa "SAYA LAH YG BENAR" dan "DIA (pasangan) YANG SALAH"
trus merasa diri paling 'merana' apalagi dengan kurang mampunya adaptasi terhadap pasangan apalagi pada tahap awala pernikahan, yg pada awalnya dalam impian begitu indah namun dihadapkan pada realita yang sebaliknya,....

Makanya dalam sebuah pernikahan sesungguhnya kalo boleh bilang bahwa itulah awal yg
Sob,...
Saat ada tawaaran untuk dikhitbah/di pinang/meminang sungguh indah yach,...
Siapa siech nyang ga mau melepas masa lajang dengan sebuah hub yg halal ???

Namun kadang kita menyaksikan dan sering melihat/membaca begitu mudahnya teman2 kita says' 
"mau ga menikah ama aku ?"
"mau ga jadi istriku ?"
"Loe gue khitbah ya, mau ga ?"

Lhoooooo ????
emangnya salah kalo bilang gitu, malah bagus khan MasBro,....??? Piye tho ???

Yupss, indah memang dan sangat bagus kalo disampaikan secara langsung apalagi didepan orang tua (tahu keseriausannya),....
namun kalo di tulis di FB (trutamanya) dimana belum kenal sama sekali dan dibaca banyak orang ??? Dimanakah nilai kesakralan proses arah pernikahan ???
Begitu mudahnya kah mengucap "YUK NIKAH " ???
 
Tak ada kegiatan yang paling membosankan selain menunggu. 
Padahal, hidup adalah kegiatan menunggu. 
Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. 
Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya. 
Para gadis menunggu jodohnya. Pegawai menunggu akhir bulannya. Semua menunggu.

Namun, jangan terlalu serius menatap ‘pelampung’ yang ditunggu. Karena energi kesabaran akan cepat terkuras habis. Kena
pa tidak mencoba untuk menikmati suara merdu pergantian detak jarum penantian, angin sepoi-sepoi pergantian siang dan malam, dan permainan seribu satu pengharapan.

Nikmatilah !!!
Insya Allah, menunggu menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.
Seperti memandang taman indah di tepian sungai.

WAITING TRESNO OJO SAMPE KELORO-LORO lan KETULO-TULO)
(Menunggu Kasih jangan sampe Menyakitkan dan Tertatih tatih)

Tetap meminta "Yang Terbaik dr NYA"
dan jemput dgn perbaikan diri agar bisa memantaskan diri menerima dan berjodoh dgn sosok yg terbaik yg mencintai NYA,....



"Jilbabin hati Lu duLu deh, baru Lu pake jiLbab!"

Uwaaaaaaaaaaaaaat? Apa Lu kate?
Hati dijiLbabin?

Hati dikeLuarin dari tubuh trus dipakein jiLbab?
Weeeeew . . . . . . sesuate deeeh . . . .
Mati donk cin . . . .!
>_<
Hik . . .
Hau . . . . hau . . . hau . . . .

Hati itu cukup kita sucikan dari daLam.

Jilbab itu identitas!
TITIK!

Manusia itu baik buruknya individu masing2!
Tdk ada urusan dg pakain yg dia pake!

Yg jadi poin disini, "Lu tu ngaku
AssaLamuaLaikum warohmatuLLahi wabarokatuh . . .

hai, sob . . .
 
" Wahai Nabi, Suruhlah Istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan perempuan-
perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar), cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (SEBAGAI PEREMPUAN BAIK-BAIK) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihi"
(AL-Azhab :59)

jeLaskan JILBAB DIGUNAKAN AGAR SESEORANG MUDAH DIKENAL! SEBUAH IDENTITAS WANITA BAIK2!

komen saLah satu So Josh di page KJRI:

Ian 'asep Sopian' >>
"Saat ini Pemuda/i islam sdang mengalami KRISIS IDENTITAS ,"

juga kata So JOSH:
Badru Zaman >>
"islam luar dalem, gmn blh di percaya isinya madu kalo bungkusnya bungkus racun..!"

Gimana org percaya kita wanita baik2 jika kita berpakaian wanita jahiLiyah?
Yg bajunya "open here, open there"
Yg bajunya "you can see itu, you can see that!"


Jilbab (pakaian musLimah) itu jika di pakai Langsung MENUTUP AURAT BUKAN LANGSUNG MERUBAH KITA JADI SUCI!

Tp seharusnya jika kita teLah berjiLbab kita bisa berusaha menjaga kesucian.




Jilbab itu identitas . . .
Yg bedain wanita isLam dg wanita yg Lainnya.
Sifat mereka tergantung individu masing2.

Sama seperti ketika meLihat seorg wanita berpakaian biarawati, apa kita akan mengira wanita itu umat Islam? Atau beragama Hindu?
Tidak kan?
Karena wanita itu dg jeLas menunjukan 'Apa Agamanya' dan 'Siapa Tuhannya'

Jika ada seorang wanita berpakaian biksuni, apa kita akan mengira wanita itu beragama Islam? Atau Nasrani?
Tidak kan?
Karena wanita itu dg jeLas menunjukan 'Apa Agamanya' dan 'Siapa Tuhannya'

LaLu kenapa musLimah tidak mau menunjukan identitasnya?
Tidak mau dg jeLas menunjukan 'Apa Agamanya' dan 'Siapa Tuhannya'

Yg ada hanya membuat aLasn, aLasan, aLasan dan aLasan!
Kan Nissa dah kate:

"kita punya seribu aLasan untuk mempertahankan sesuatu, dan juga seribu aLasan untuk menentang yg tidak kita sukai.
Jadi Lbih baik kita tidak usah buat aLasan, karena kita menunjukan kaLau kita memang tidak minat dan tidak setuju. PadahaL kita tau haL itu benar."

Jadi tak usah becakap:
"Jilbabin hati Lu duLu deh, baru Lu pake jiLbab!"

atau cakap 'Jilbab tapi tak baik', 'jiLbab cuma ikut tren', 'Jilbab cuma untuk nutupin kebusukan' atau kene nak becakap Lain Lagi?

hanya UNTUK MEMBUAT ALASAN yg nunjukin