Blog Pribadi "Surya Sanjaya" dibuat berdasarkan keinginannya memberikan edukasi sesuai dengan Profesi yang saat ini sedang digeluti diantaranya adalah 1. Wartawan/Jurnalistik 2. Paralegal/Praktisi Hukum 3. Ahli Teknologi Laboratorium Medik 4. Teknisi Transfusi Darah 5. Penulis
Lelah, Letih.
Layak untuk direnungkan
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..
Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya..
Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Ternyata ia hanya berbahagia dgn apa adanya..
Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..
Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..
Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini....
Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi...
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..
Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..
Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah Ta'ala telah memerintahkannya menuju kepadaku...
Allah Ta'ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
(Rizeki Manusia Telah Ditakdirkan Sjk usia Bayi msh dlm Kandungan ibunya usia 4bln 10 hari...)..
Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..
Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..
Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..
Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail a.s.
Ikhtiar itu perbuatan.. Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..
"Darimana dan digunakan untuk apa"
Karena rezeki hanyalah "hak pakai", bukan "hak milik"...
Halalnya saja dihisab..dan haramnya diadzab..!
Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain..
Bila aku iri pada rezeki orang, sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya....
Astaghfirullaahal adziim...
Antara Mata dan Hati
Hati adalah Raja. Dan seluruh tubuh adalah pasukannya. Jika rajannya baik maka baik pula pasukannya.
Bahas yang mana dulu yah,,,??? mata kah?hati?atau pikiran?
I’m come back,,,
Berkarya kembali, mencari sebuah inspirasi. Walaupun bingung mau mulai darimana dan apa yang akan dibahas. Tapi dari sebuah film dan pengalaman hidup juga lingkungan disekitar inspirasi itu akan ada, muncul dipermukaan yang siap untuk diolah menjadi cerita dan inspirasi.
10 alasan suami tak bisa lepas dari istri
Setelah menikah, suami-istri adalah satu tim dengan tujuan menciptakan rumah tangga yang bahagia. Namun, adakalanya para suami lupa betapa penting peran seorang istri. Mereka beranggapan bahwa membahagiakan keluarga sepenuhnya menjadi tugas di pundak kepala keluarga. Ketika ada permasalahan, barulah seorang suami akhirnya sadar bahwa dirinya sangat membutuhkan sang istri.
Dikutip dari beberapa sumber, berikut ini adalah 10 alasan mengapa suami tak bisa lepas dari sang istri:
1. Sahabat terbaik
Suami boleh memiliki banyak teman, tetapi tidak ada yang dapat menandingi seorang istri sebagai rekan dan sahabat terkasihnya. Istri adalah karunia terbaik, yang dapat mengerjakan banyak hal yang belum tentu bisa dilakukan sang suami.
2. Pendengar yang baik
Para suami, saat Anda putus asa, istri Anda adalah pendengar paling baik. Dia tentu dapat memberi saran yang bijak untuk membantu Anda.
3. Ibu bagi anak-anak Anda
Tanyakan diri Anda, siapakah di dunia ini yang paling berjasa dalam kehidupan Anda? Ya, jawabannya adalah seorang ibu. Sebagaimana Anda telah dilahirkan oleh ibu Anda, istri Anda adalah sosok yang telah Tuhan tetapkan untuk menjadi ibu bagi anak-anak Anda. Melalui istri yang saleh, anak-anak Anda akan mendapatkan kasih sayang, pendidikan serta kebahagiaan dalam kehidupan.
4. Sumber kebahagiaan
Hormatilah istri Anda dengan sepenuh hati karena ia adalah sumber kebahagiaan Anda. Perlakukan istri dengan selembutnya kasih sayang agar Anda boleh diperlakukan dengan cara yang sama olehnya.
5. Rekan terpercaya
Sangat sulit untuk memercayai orang lain, bahkan sahabat dekat sekalipun. Karena itu, selain orangtua, istri adalah rekan terpercaya yang dimiliki oleh suami.
6. Sebagai tempat "menyimpan" rahasia
Setiap orang pasti memiliki rahasia, tak terkecuali Anda dan istri. Oleh sebab itu, suami-istri sangat membutuhkan satu sama lain sebagai tempat menyimpan rahasia yang bisa dipercayai tanpa ada kekhawatiran dihakimi.
7. Pelipur lara
Ketika sedang sedih, seorang suami sangat membutuhkan istrinya sebagai tempat untuk bercerita. Istri dapat memberi dukungan serta nasehat, yang dapat membuat Anda yakin bahwa Anda mampu mengatasi masalah apa pun.
8. Sebagai penyemangat
Ketika sedang menghadapi sebuah masalah, suami bisa kehilangan orientasi hidupnya, menjadi mudah putus asa, dan tidak lagi percaya diri. Karena itu, suami sangat membutuhkan istrinya sebagai penyemangat agar bisa kembali bangkit dan menemukan kembali semangat hidup.
9. Sebagai tempat mencurahkan perasaan, perhatian serta kasih sayang
Salah satu tujuan Tuhan memerintahkan manusia agar hidup berpasang-pasangan adalah agar dapat saling mengasihi satu sama lain, dan setiap manusia memiliki rasa cinta. Kepada istrilah seorang suami dapat mencurahkan cinta dan kasih sayangnya.
10. Sebagai permaisuri dalam kehidupan suami
Seorang laki-laki belum bisa dikatakan "sempurna" bila belum memiliki seorang istri, karena istri sesungguhnya adalah permaisuri dalam kehidupannya. Berdua mereka akan bekerjasama demi mewujudkan mahligai rumah tangga yang bahagia.
Hukum Istri
Gaya hidup modern banyak membawa wanita kepada kesetaraan gender yang pada akhirnya berujung pada hilangnya rasa hormat seorang istri terhadap suaminya. Ketika istri telah merasa mampu berbuat untuk keluarga berkaitan dengan penghasilan sering merasa bahwa dirinya telah mempunyai hak yang sama dalam hirarki keluarga terhadap suaminya. Persoalan tersebut tentu juga terjadi pada persoalan di ranjang, sering seorang istri dengan mudah menolak ajakan suami untuk berhubungan intim dengan alasan capek atau bahkan lebih memilih untuk pergi shoping daripada melayani suami.
Qawaaid al-Ahkaam fii Mashaalih al-Anaan hal. 158
Dan wajib bagi istri mentaati suaminya dalam setiap yang dia perintahkan dan minta…..
Is’aad ar-Rafiiq I/148
Hasyiyah Ibn ‘Aabidiin al-Hanaafy III/4
Hasyiyah al-Qolyuuby IV/79
Mughni al-Muhtaaj IV/414
Manajemen Diri dan Manajemen Waktu Hidup Lebih Terarah
Didalam Al-Qurnan disebutkan "Demi Waktu, Sesungguhnya Manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang yang beramal soleh dan saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran". Jadi sebenarnya waktu itu digunakan hanya untuk 2 hal yaitu: Berbuat Baik dan Saling Mengingatkan satu sama lain.
Dalam perjalanan kita menuju Allah SWT haruslah kita selalu berbuat baik supaya kita bisa meraih RidhaNya, sebab jika kita sudah meraih RidhaNya maka tentu kita juga akan mendapatkan Surganya.
Jadi sebenarnya hidup ini adalah perjalanan yang hanya sekali kita lakukan, jika kita gagal meraungi kehidupan ini maka selamanya tidak akan selamat jadi perlulah mengatur waktu kita agar tidak ada kegiatan yang kita lakukan yang tidak ada kaitannya dengan tujuan Akhir kita yaitu Allah. Hindari kegiatan yang menghambat kita untuk mencapai RidhaNya.
Oleh sebab itu perlu kita melakukan manajemen waktu agar semua kegiatan kita setiap saat mengarah kepada tujuan hidup kita, kita haruslah bisa memilah mana yang Penting Mendesak, Penting namun Tidak Mendesak, Tidak Mendasak namun Penting dan kegiatan yang Tidak Penting Tidak Mendesak. Sehingga dibagilah kegiatan kita dalam 4 Kuadran waktu seperti gambar berikut ini:
Kuadran I merupakan hal-hal yang penting yang tidak bisa ditunda lagi harus dikerjakan seperti Menghadiri Pemakaman Keluarga dekat, Bayar Hutang dsb. sedangkan kuadran II merupakan kegiatan penting juga namun bisa kita Atur waktunya seperti Sholat, Baca buku, Ngaji, Mengerjakan Tugas-tugas, mengerjakan PR namun jika kegitan pada kuadran II ini di tunda-tunda maka pada akhirnya akan menjadi kegiatan Penting Mendesak pada kuadran I. Sehingga menjadwalkan kegiatan harian sangatlah penting.
Dengan mengetahui cara memilah kegiatan-kegiatan kita menjadi empat kuadran ini maka akan lebih mudah kita memprioritaskan mana yang lebih utama dilakukan dan mana yang tidak perlu dilakukan.
Demikianlah Manajemen Diri dan Manajemen Waktu Hidup Lebih Terarah semoga bermanfaat.